Sports

.

Kamis, 22 Januari 2026

Jelang Lahirnya Ribuan Paralegal Baru, Advokat Kini Tak Lagi Mencari Personil– Tapi Sudah akan Menyeleksinya

 

RK News – Jika dulu seorang advokat harus berkeliling mencari paralegal untuk membantu kerja-kerja hukum di kantornya, kini situasinya berbalik. Negara melalui program pelatihan resmi telah membuka pintu bagi setiap desa untuk mengirimkan peserta. Hasilnya, dalam waktu dekat akan lahir puluhan ribu paralegal baru di seluruh Indonesia.  


Pelatihan ini sepenuhnya dibiayai oleh negara, sehingga para paralegal tidak harus terikat dengan desa . Secara Professional Mereka bebas berpraktek di mana saja, mendampingi siapa saja, dan menjadi jembatan antara masyarakat dengan sistem hukum formal.  


Perubahan ini membawa dampak besar bagi dunia advokasi. Advokat tidak lagi sibuk mencari paralegal untuk mengisi kekosongan di kantor hukumnya seperti yang selama ini terjadi. Justru, dengan jumlah paralegal yang melimpah, advokat kini berada pada posisi untuk menyeleksi dan memilih tenaga terbaik sesuai kebutuhan spesifik kasus maupun karakter organisasi.  


“Dulu kita kekurangan paralegal, sekarang kita menghadapi banjir tenaga baru. Tantangannya bukan lagi mencari, tapi bagaimana menyaring yang benar-benar siap bekerja profesional,” ujar salah satu praktisi hukum di Jambi.  


Dengan hadirnya ribuan paralegal baru, akses keadilan di akar rumput diperkirakan akan semakin terbuka. Desa menjadi titik awal, tetapi ruang gerak mereka jauh lebih luas. Era baru advokasi rakyat telah dimulai: advokat dan paralegal kini berdiri berdampingan, bukan lagi dalam hubungan pencarian, melainkan dalam hubungan seleksi dan kolaborasi. (Red)



Kasus Tanah Berujung Pembunuhan dan Vonis Mati

 

TR News - BOJONEGORO – Sengketa tanah yang semula hanya persoalan kecil di tingkat RT, berubah menjadi tragedi berdarah yang mengguncang masyarakat. Kamis (11/12/2025), Pengadilan Negeri Bojonegoro mencatat sejarah kelam ketika Ketua Majelis Hakim Wisnu Widiastuti menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Sujito (67). Putusan ini menjadi vonis mati pertama sepanjang PN Bojonegoro berdiri, sekaligus lebih berat dari tuntutan Jaksa yang hanya meminta penjara seumur hidup.  


Peristiwa bermula dari dendam pribadi Sujito terhadap Abdul Aziz, Ketua RT sekaligus tetangganya. Tanah milik Sujito pernah diusulkan untuk dijadikan jalan desa. Meski rapat RT sudah menyepakati, api amarah rupanya tak pernah padam. Subuh itu, mushola yang seharusnya menjadi tempat suci justru berubah jadi arena pembantaian. Sujito menunggu dengan parang tersembunyi, lalu menyerang Abdul Aziz saat sujud dalam sholat Subuh. Korban tewas seketika.  

Tak berhenti di situ, Cipto Rahayu, pengusaha dermawan yang mencoba melerai, ikut tewas ditebas. Arik Wijayanti, istri Abdul Aziz, mengalami luka parah di kepala. Usai mengamuk, Sujito keluar mushola dengan parang berlumuran darah, berteriak menuduh korban sebagai “Mafia Tanah”, sebelum akhirnya diamankan oleh anaknya sendiri.  


Hakim menilai perbuatan Sujito sangat kejam, dilakukan di tempat sakral, dan tanpa penyesalan. “Majelis hakim melihat tidak ada rasa penyesalan dari terdakwa... Perbuatannya meresahkan dan dilakukan dengan cara yang sadis,” tegas Hakim Wisnu Widiastuti.  


Vonis mati ini disambut lega oleh keluarga korban. Ifnu Dika Rinanto, ahli waris Abdul Aziz, menyatakan puas karena hukuman sesuai harapan. Abdul Aziz dikenal sebagai pensiunan ASN yang suka membantu warga, sementara Cipto Rahayu dikenal dermawan kepada anak yatim.  


Kini, Sujito diberi waktu tujuh hari untuk “pikir-pikir”: menerima nasib di hadapan regu tembak atau mengajukan banding. Namun bagi masyarakat Bojonegoro, keadilan dianggap sudah ditegakkan. (NN)







Selasa, 13 Januari 2026

Tato yang artinya cuma‘AIR’ Bikin Heboh: Balas Dendam Pria China ke Tren Bule Tato Mandarin yang Artinya ‘Ayam Goreng

 

RK News - Sebuah foto sederhana tapi jenius bikin dunia maya ngakak berjamaah. Seorang pria asal China dengan santainya memamerkan tato di lengannya bertuliskan kata “WATER” (AIR). Kedengarannya biasa? Justru di situlah letak komedinya.  


Aksi ini adalah sindiran telak buat tren bule yang hobi bikin tato huruf Mandarin tanpa tahu arti sebenarnya. Kalau bule bangga punya tato bertuliskan “面条” (Mie Instan) atau “炸鸡” (Ayam Goreng), pria ini balik menyerang dengan tato bahasa Inggris yang artinya cuma… AIR.  


Bayangin aja: orang Barat jalan dengan penuh percaya diri, nunjukin tato Mandarin yang katanya “simbol kekuatan spiritual”, padahal artinya “Bakso Urat”. Nah, pria China ini bikin versi parodinya—tato polos bertuliskan “AIR”—dan hasilnya lebih menohok daripada seminar budaya.  


Netizen pun langsung banjir komentar. Ada yang bilang ini “tato paling jujur di dunia”, ada juga yang ngakak karena sadar betapa absurdnya tren tato bahasa asing tanpa riset. Humor visual ini bukan cuma bikin  ngakak, tapi juga jadi pelajaran: jangan asal nempel tulisan asing di kulit kalau nggak mau jadi bahan ketawaan internasional. (GMY)









Selasa, 06 Januari 2026

Carbon Trade LSM Talago Batuah: Kompensasi Hutan Akan Jadi Sumber Energi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat

 

RK News - Lebong, Bengkulu –  Di tengah ancaman krisis energi dan tekanan terhadap kelestarian hutan, LSM Talago Batuah Cabang Lebong hadir dengan sebuah gagasan kreatif: menjadikan kompensasi hutan hasil carbon trade sebagai sumber utama pembangunan energi hijau dan pemberdayaan masyarakat. Bagi mereka, carbon trade bukan sekadar transaksi di pasar internasional, melainkan sebuah jalan perjuangan yang akan mengembalikan nilai hutan kepada masyarakat.  


Setiap kredit karbon yang dihasilkan dari hutan Gunung Seblat akan dikonversi menjadi manfaat nyata. Rencana itu mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga air mini yang memanfaatkan aliran sungai dan air terjun, serta pemasangan panel surya untuk desa‑desa di sekitar hutan. Tidak berhenti di sana, Talago Batuah juga menyiapkan koperasi energi hijau, pengembangan agroforestri, dan usaha kecil berbasis hasil hutan non‑kayu sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal. Semua ini akan diperkuat dengan insentif finansial dan dukungan usaha bagi masyarakat yang menjaga hutan, sehingga mereka merasakan langsung keuntungan dari peran penting menjaga ekosistem.  

 “Carbon trade bukan sekadar angka. Semua program energi alternatif dan pemberdayaan masyarakat yang kami rencanakan bersumber dari kompensasi hutan. Artinya, setiap kredit karbon yang dihasilkan dari hutan Gunung Seblat akan kembali ke masyarakat dalam bentuk listrik alternatif, usaha hijau, dan insentif penjagaan hutan,” tegas Yogie, pengurus cabang Lebong.  


Dengan skema ini, LSM Talago Batuah percaya bahwa hutan akan tetap terjaga karena masyarakat memperoleh manfaat langsung dari menjaga daerah aliran sungai dan ekosistem. Energi hijau akan tumbuh sebagai listrik alternatif desa, sementara usaha kecil berbasis hasil hutan akan memperkuat ekonomi lokal. Kredit karbon yang diakui pasar internasional pun membuka peluang investasi hijau, menjadikan Lebong bagian dari gerakan global menuju pembangunan berkelanjutan.  


Meski semua ini masih berupa rencana yang sedang diperjuangkan, pengurus cabang Lebong optimistis. Tantangan seperti verifikasi kredit karbon sesuai standar internasional dan distribusi manfaat yang adil memang ada, tetapi dengan kewenangan penuh, semangat Milenial dan Gen Z, serta kompensasi hutan yang jelas, perdagangan karbon akan menjadi tonggak baru pembangunan berkelanjutan di Lebong sekaligus langkah nyata menuju pengakuan internasional.  (NN)  



LSM Talago Batuah Cabang Lebong Menjajaki Program Carbon Trade di Kawasan Hutan Gunung Seblat

 

RK News - Lebong, Bengkulu – LSM Talago Batuah Cabang Lebong kembali bikin gebrakan. Kali ini mereka serius menjajaki program perdagangan karbon (carbon trade) di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), tepatnya sekitar Gunung Seblat. Langkah ini bukan basa-basi, tapi peluang nyata untuk menggabungkan konservasi hutan dengan kesejahteraan masyarakat lewat mekanisme ekonomi hijau.  


Pengurus cabang menegaskan, semua dijalankan dengan kewenangan penuh. Dukungan dari pengurus provinsi dan pengurus pusat membuat mereka semakin percaya diri. Pengurus pusat memberi dukungan moral dan ide-ide segar, namun tidak pernah ikut campur urusan teknis di lapangan.  

 “Kami di Lebong diberi kewenangan penuh oleh Ketum Bang Yan. Beliau itu orangnya asyik, selalu kasih dukungan moral dan ide-ide segar, tapi tidak pernah intervensi kebijakan. Semua program yang kami jalankan murni inisiatif daerah. Dengan kebebasan ini kami lebih percaya diri berkreasi menjajaki perdagangan karbon di Gunung Seblat,” ujar Yogie, pengurus cabang Lebong.  


Program perdagangan karbon sebenarnya bukan hal baru. Sekitar 15 tahun lalu, lembaga lain pernah mencoba dan sempat mencatat keberhasilan. Kini giliran Talago Batuah generasi baru yang maju, dengan pendekatan lebih mandiri dan sesuai kebutuhan lokal.  

Yang bikin beda, pengurus cabang Lebong sekarang didominasi generasi Milenial dan Gen Z. Energi mereka jelas terasa: bukan sekadar mengejar target, tapi memastikan langkah nyata sudah dimulai. Bagi mereka, ini adalah ajang uji coba skill sekaligus perjuangan menembus dunia internasional. Anak muda ingin membuktikan bahwa mereka bisa mengelola program lingkungan dengan kekuatan dan keahlian sendiri.  


Selain itu, ditegaskan juga bahwa carbon trade akan sukses bila penjagaan hutan dilakukan gencar dan konsisten. Tanpa komitmen menjaga hutan dari perambahan, kebakaran, dan deforestasi, nilai karbon tidak akan diakui dunia. Karena itu, program ini sekaligus jadi ajang pembuktian bahwa generasi muda mampu menjaga hutan tropis Lebong sebagai aset dunia.  


Dengan potensi hutan tropis yang masih terjaga dan nilai karbon tinggi, Gunung Seblat dinilai strategis untuk menghasilkan kredit karbon yang diakui pasar internasional. Kredit ini bisa dijual ke investor hijau, membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat lokal sekaligus memperkuat konservasi hutan.  


Meski tantangan tetap ada, seperti verifikasi kredit karbon sesuai standar internasional dan distribusi manfaat yang adil, pengurus cabang Lebong yakin: dengan kewenangan penuh, kebebasan tanpa intervensi, semangat Milenial dan Gen Z, serta penjagaan hutan yang gencar, perdagangan karbon akan jadi tonggak baru pembangunan hijau di Lebong sekaligus langkah nyata menuju pengakuan internasional.  (NN)  



Sabtu, 20 Desember 2025

Tukang Tangkap Berakhir Tertangkap!. Kajari Diduga Peras Kadis Lewat Laporan Palsu,

 

RK News - Jakarta – Ironi hukum kembali jadi tontonan publik. Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU), Albertinus Parlinggoman Napitupulu (APN), yang seharusnya menjadi “tukang tangkap” pelaku korupsi, justru diduga tertangkap dalam permainan kotor: memeras kepala dinas dengan laporan masyarakat palsu.  


KPK mengungkap, laporan itu hanyalah karangan. Kepala dinas ditakut-takuti, lalu dipaksa setor agar kasus bayangan tidak berubah jadi kasus nyata. “Tidak ada perkara nyata. Laporan dibuat seolah-olah ada masalah, lalu kepala SKPD dihubungi, ditakut-takuti, dan akhirnya diperas,” kata Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, Sabtu (20/12/2025).  

Sejak Agustus 2025, APN diduga sudah mengantongi Rp 804 juta. Uang itu mengalir lewat dua jalur perantara, yakni Kasi Intel Asis Budianto (ASB) dan Kasi Datun Taruna Fariadi (TAR). Dari Kadis Pendidikan Rp 270 juta, Direktur RSUD Rp 255 juta, Kadis Kesehatan Rp 149,3 juta, ditambah Rp 63,2 juta dari pihak lain.  


Tak cukup di situ, APN juga diduga memotong anggaran internal Kejari untuk kepentingan pribadi sebesar Rp 257 juta. Bahkan, Rp 405 juta disebut ditransfer ke rekening istrinya oleh Kadis PU, plus Rp 45 juta dari Sekwan DPRD.  


Publik pun menyindir keras: seorang penegak hukum yang seharusnya menundukkan pelaku korupsi, kini menunduk malu karena tertangkap dalam permainan sendiri. Tukang tangkap berubah jadi tertangkap, dan hukum kembali dipertontonkan sebagai komedi gelap.  


Kasus ini menjadi cermin buram bahwa jabatan bukan lagi simbol integritas, melainkan bisa berubah menjadi mesin kasir dengan laporan palsu sebagai struknya. (NN)


-