RK News – Jika dulu seorang advokat harus berkeliling mencari paralegal untuk membantu kerja-kerja hukum di kantornya, kini situasinya berbalik. Negara melalui program pelatihan resmi telah membuka pintu bagi setiap desa untuk mengirimkan peserta. Hasilnya, dalam waktu dekat akan lahir puluhan ribu paralegal baru di seluruh Indonesia.
Pelatihan ini sepenuhnya dibiayai oleh negara, sehingga para paralegal tidak harus terikat dengan desa . Secara Professional Mereka bebas berpraktek di mana saja, mendampingi siapa saja, dan menjadi jembatan antara masyarakat dengan sistem hukum formal.
Perubahan ini membawa dampak besar bagi dunia advokasi. Advokat tidak lagi sibuk mencari paralegal untuk mengisi kekosongan di kantor hukumnya seperti yang selama ini terjadi. Justru, dengan jumlah paralegal yang melimpah, advokat kini berada pada posisi untuk menyeleksi dan memilih tenaga terbaik sesuai kebutuhan spesifik kasus maupun karakter organisasi.
“Dulu kita kekurangan paralegal, sekarang kita menghadapi banjir tenaga baru. Tantangannya bukan lagi mencari, tapi bagaimana menyaring yang benar-benar siap bekerja profesional,” ujar salah satu praktisi hukum di Jambi.
Dengan hadirnya ribuan paralegal baru, akses keadilan di akar rumput diperkirakan akan semakin terbuka. Desa menjadi titik awal, tetapi ruang gerak mereka jauh lebih luas. Era baru advokasi rakyat telah dimulai: advokat dan paralegal kini berdiri berdampingan, bukan lagi dalam hubungan pencarian, melainkan dalam hubungan seleksi dan kolaborasi. (Red)





Tidak ada komentar:
Write komentar