Sports

.

Selasa, 06 Januari 2026

LSM Talago Batuah Cabang Lebong Menjajaki Program Carbon Trade di Kawasan Hutan Gunung Seblat

 

RK News - Lebong, Bengkulu – LSM Talago Batuah Cabang Lebong kembali bikin gebrakan. Kali ini mereka serius menjajaki program perdagangan karbon (carbon trade) di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), tepatnya sekitar Gunung Seblat. Langkah ini bukan basa-basi, tapi peluang nyata untuk menggabungkan konservasi hutan dengan kesejahteraan masyarakat lewat mekanisme ekonomi hijau.  


Pengurus cabang menegaskan, semua dijalankan dengan kewenangan penuh. Dukungan dari pengurus provinsi dan pengurus pusat membuat mereka semakin percaya diri. Pengurus pusat memberi dukungan moral dan ide-ide segar, namun tidak pernah ikut campur urusan teknis di lapangan.  

 “Kami di Lebong diberi kewenangan penuh oleh Ketum Bang Yan. Beliau itu orangnya asyik, selalu kasih dukungan moral dan ide-ide segar, tapi tidak pernah intervensi kebijakan. Semua program yang kami jalankan murni inisiatif daerah. Dengan kebebasan ini kami lebih percaya diri berkreasi menjajaki perdagangan karbon di Gunung Seblat,” ujar Yogie, pengurus cabang Lebong.  


Program perdagangan karbon sebenarnya bukan hal baru. Sekitar 15 tahun lalu, lembaga lain pernah mencoba dan sempat mencatat keberhasilan. Kini giliran Talago Batuah generasi baru yang maju, dengan pendekatan lebih mandiri dan sesuai kebutuhan lokal.  

Yang bikin beda, pengurus cabang Lebong sekarang didominasi generasi Milenial dan Gen Z. Energi mereka jelas terasa: bukan sekadar mengejar target, tapi memastikan langkah nyata sudah dimulai. Bagi mereka, ini adalah ajang uji coba skill sekaligus perjuangan menembus dunia internasional. Anak muda ingin membuktikan bahwa mereka bisa mengelola program lingkungan dengan kekuatan dan keahlian sendiri.  


Selain itu, ditegaskan juga bahwa carbon trade akan sukses bila penjagaan hutan dilakukan gencar dan konsisten. Tanpa komitmen menjaga hutan dari perambahan, kebakaran, dan deforestasi, nilai karbon tidak akan diakui dunia. Karena itu, program ini sekaligus jadi ajang pembuktian bahwa generasi muda mampu menjaga hutan tropis Lebong sebagai aset dunia.  


Dengan potensi hutan tropis yang masih terjaga dan nilai karbon tinggi, Gunung Seblat dinilai strategis untuk menghasilkan kredit karbon yang diakui pasar internasional. Kredit ini bisa dijual ke investor hijau, membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat lokal sekaligus memperkuat konservasi hutan.  


Meski tantangan tetap ada, seperti verifikasi kredit karbon sesuai standar internasional dan distribusi manfaat yang adil, pengurus cabang Lebong yakin: dengan kewenangan penuh, kebebasan tanpa intervensi, semangat Milenial dan Gen Z, serta penjagaan hutan yang gencar, perdagangan karbon akan jadi tonggak baru pembangunan hijau di Lebong sekaligus langkah nyata menuju pengakuan internasional.  (NN)  



Tidak ada komentar:
Write komentar